
"Suasana pertemuan Tim Studi Kelayakan Pembangunan SMA Unggulan Mimika bersama Direktur YPMAK" dok.brida_mediapapuabarat
BridaNews_TIMIKA – Tim Studi Kelayakan Pembangunan SMA Unggulan Mimika bersama Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Papua Barat Prof. Dr. Charlie D. Heatubun, S.Hut, M.Si yang juga sebagai penanggung jawab Tim melakukan pertemuan dengan Direktur Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) terpilih 2024 – 2029 Dr. Leonardus Tumuka dan pengurus Yayasan di sebuah hotel di Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah pada Rabu, 26 Maret 2025.
"Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Papua Barat Prof. Dr. Charlie D. Heatubun, S.Hut, M.Si saat memberikan beberapa masukan penting untuk pembangunan SMA Unggulan Mimika" (dok.brida_mediapapuabarat)
Melalui pertemuan ini, Tim BRIDA Papua Barat berkesempatan memaparkan hasil studi kelayakan dihadapan Direktur dan pengurus YPMAK. Dalam paparan tersebut, yang disampaikan oleh Martua Hutabarat, SP, M. Dev. Pract (Adv), telah menyampaikan secara jelas hasil studi kelayakan yang dilanjutkan dengan sesi diskusi untuk menyamakan persepsi terkait hasil dan beberapa hal penting berhubungan dengan tindak lanjut. Berdasarkan hasil dan rekomendasi, diharapkan segera ada tindak lanjut yang diambil oleh pihak YPMAK untuk berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika dan Provinsi Papua Tengah sehingga dapat dilanjutkan dengan proses penyusunan Master Plan atau Rencana Induk Pendirian SMA Unggulan Mimika di Timika.
Profesor Heatubun selaku penanggung jawab tim studi ini, mengatakan bahwa studi kelayakan yang telah dilakukan merupakan bagian dari proses yang harus dilakukan dalam pendirian/pembangunan sebuah SMA unggulan. Lebih lanjut, Ia mencontohkan seperti yang telah dilakukan di Manokwari “SMA Taruna Kasuari Nusantara itu kami juga lakukan hal yang sama, studi dulu apakah layak atau tidak, kemudian ditentukan modelnya seperti apa baru kemudian disusun Master Plan dan pada akhirnya ditindak lanjuti dengan pembentukan dan pembangunannya,” terang Kepala BRIDA.
"Suasana pertemuan" (dok.brida_mediapapuabarat)
Sebagai salah satu lembaga riset di Pemerintah Daerah di Tanah Papua, Profesor Heatubun juga menyampaikan bahwa BRIDA Papua Barat melalui Tim Studi yang bentuk ini siap membantu pihak YPMAK dalam meningkatkan kualitas SDM anak-anak Amungme dan Kamoro serta Papua pada umumnya. Oleh karena itu, dengan hasil studi yang sudah ada ini sekiranya segera dapat ditindak lanjuti ke tahap selanjutnya berdasarkan kesepakatan bersama.
Selanjutnya, Direktur YPMAK Dr. Leonardus Tumuka menyampaikan bahwa pada dasarnya kita semua memiliki visi yang sama yaitu ingin melihat anak-anak Papua, dalam hal ini dari Suku Amungme dan Kamoro untuk menjadi pemimpin yang handal dikemudian hari. Ia juga mengatakan bahwa ingin melihat anak-anak ini bisa kuliah dan bersaing di kampus-kampus terkenal baik secara nasional bahkan internasioal. “Saya rasa ini menjadi sebuah inovasi dan hal yang baik, sehingga mari sama-sama untuk selesaikan apa yang telah dimulai ini,” ungkap Direktur yang baru saja menjabat.
"Direktur YPMAK Dr. Leonardus Tumuka" (dok.brida_mediapapuabarat)
Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Provinsi Papua Barat, Frans P. Istia, S.Sos, MM yang juga ikut terlibat sebagai anggota Tim Studi menambahkan bahwa sekiranya jika SMA Unggulan ini nanti terbentuk, kedepannya Suku Asli Amungme dan Kamoro akan memiliki banyak calon-calon pemimpin yang siap untuk memimpin daerah ini. “Saya yakin bahwa lulusan dari SMA ini jika sudah terbentuk, pasti akan menjadi pemimpin karena SMA ini memang didesain untuk itu, itulah keunggulannya dari SMA lainnya,” tambah Istia di sela-sela diskusi.
Setelah melalui diskusi yang menarik, produktif dan panjang, akhirnya terdapat beberapa poin kesepakatan yang penting untuk ditindaklanjuti, diantaranya yaitu melakukan pertemuan lanjutan dengan format lokakarya dengan melibatkan Pemerintah Daerah dalam hal ini Pemda Provinsi Papua Tengah, Pemda Kabupaten Mimika dan pihak terkait lainnya seperti DPR Kabupaten Mimika, Perangkat Daerah teknis terkait serta pihak terkait lainnya, sehingga ada keterlibatan dan peran Pemerintah Daerah dalam setiap proses pembentukan SMA unggulan ini. Diharapkan SMA Unggulan ini sebagai sebuah inovasi yang dapat membawa perubahan bagi peningkatan kualitas pendidikan anak-anak Suku Amungme dan Kamoro di Timika.
"Foto bersama" (dok.brida_mediapapuabarat)
Turut hadir dalam pertemuan tersebut dari YPMAK, Pendamping Sekretaris Eksekutif Samuel Rorimpandey, Bendahara Ramlon Marbun dan beberapa pengurus YPMAK yang baru menjabat diantaranya Wakil Direktur Perencanaan Program Feri Magai Uamang, Wakil Direktur Pemantauan dan Evaluasi Program Hendhaotje Watory, Sekretaris/Wakil Ketua Pendukung Kristianus Ukago. Sementara dari Tim BRIDA Papua Barat, hadir Dr. Obadja Fenetiruma, Dr. Soleman Imbiri, Ezrom Batorinding, S.Hut, M.Sc, Ferdinandus Hurulean, SP dan Christoffel Maweikere, S.Si, M.Si. (chr/brida_mediapapuabarat)